KPK Meminta Tubagus Selaku Kaka Bupati Cianjur Menyerahkan Diri

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dan Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam jumpa pers terkait OTT Bupati Cianjur di Gedung KPK Jakarta, Rabu (12/12/2018)

JAKARTA – Tertangkapnya Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar membuat heboh jadi perbincangan masyarakat, pasalnya Cianjur yang melambangkan Ayam Jago Akhirnya jatuh di tangan KPK.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar sebagai tersangka.KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka korupsi.

Masing-masing adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin. Kemudian, Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan.

Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam konferensi Persnya, Rabu 12/12/2018 digedung KPK Jakarta menyimpulkan,”  dugaan korupsi menerima, memotong atau memaksa seseorang memberikan sesuatu atau gratifikasi terkait dana pendidikan.

KPK Meminta Tubagus Selaku Kaka Bupati Cianjur Menyerahkan Diri karena Tubagus merupakan salah satu pihak yang ditetapkan sebagai tersangka bersama-sama dengan Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar dan yang lainnya.

Dalam kasus ini, Tubagus diduga bertindak sebagai perantara transaksi dari kepala sekolah kepada bupati. Menurut Basaria, para kepala sekolah percaya bahwa Tubagus adalah orang kepercayaan bupati.”ujarnya.

Bupati Cianjur dan para pejabat Dinas Pendidikan diduga menerima suap terkait pemotongan dana alokasi khusus (DAK) terkait dana pendidikan di Kabupaten Cianjur Tahun 2018. Adapun, pemotongan tersebut sebesar 14,5 persen dari nilai anggaran Rp 46,8 miliar.

Irvan dan tersangka lainnya disangka melanggar Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf e atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 Pasal 64 ayat 1 KUHP.






(Cox )





Journal News

Leave a comment

Your email address will not be published.