Kembali Dikeluhkan Masyarakat, Kades Kedungwungu Diduga Korupsi Dan Tidak Transparan.

Ilustrasi

INDRAMAYU – Terkait adanya dugaan penyelewengan Dana Desa tahun 2017 di Desa Kedungwungu Kecamatan Krangkeng Kabupaten Indramayu jawa barat seperti diberitakan sebelumnya, kini hal serupa diduga terulang kembali di tahun 2018 di desa tersebut.

Dari Data yang diperoleh  Narasumber, sesuai Peraturan Desa (Perdes) No. 7 Tahun 2017 Tentang Anggaran Pendapatan Dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2018 dalam Pasal 1 menjelaskan rincian Pendapatan Desa sebesar Rp.1.887.068.000.

Nominal tersebut dibelanjakan untuk beberapa Bidang, yaitu Bidang Penyelenggaran Pemerintah Desa Rp. 463.607.000, Bidang Pembangunan Sebesar Rp.1.098.214.000, bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp.96.730.000 dan untuk Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp.78.517.000. yang ditetapkan pada tanggal 29 Desember 2017.

Menurut narasumber, Kepala Desa (Kades) diduga banyak melakukan penyelewengan di beberapa bidang pengadaan dan Pelaksanaan Pembangunan Desa, diantaranya kegiatan pembangunan Jalan Desa (Skala Desa) dan Belanja Modal Pengadaan Pembangkit Listrik Mikro Hidro dengan biaya sebesar Rp. 29.250.000.00.

Baca Juga:

“Masyarakat tidak diberitahukan dimana dan untuk apa pengadaan tersebut di buat, sejauh ini banyak masyarakat tidak mengetahui dan di informasikan oleh Kuwu.” Ungkap sumber (20/12/2018) yang tidak mau menyebutkan namanya ketika dimintai keterangan.

Tak hanya itu, sumber juga menilai bahwa beberapa Pengadaan seperti  Jembatan Desa sebesar Rp.8.455.000.00, pembinaan pemuda dan olah raga karang taruna Rp.4.470.000,-, pembinaan kerukunan umat beragama (MUI) Rp.31.390.000,- dan kegiatan Pembangunan Gorong-gorong (ipal) dengan total nilai anggaran Rp.13.500.000.00 diduga fiktif atau tidak dijalankan sesuai regulasi.

“Sepengamatan saya selaku warga yang ingin berpartisipasi dalam pengawasan, bahwa selama tahun 2018 banyak pengerjaan yang belum di kerjakan dan ada juga yang tidak di kerjakan. Kalau pun katanya di kerjakan sesuai APBDes, akan tetapi tidak jelas fisik dan lokasinya dimana?” tuturnya.

Terakhir, dari hasil penelusuran sumber di lapangan, diperoleh keterangan warga setempat bahwa pengerjaan pengaspalan Jalan di Blok Karanganyar RT 11 RW 03 baru dikerjakan pada bulan desember dan tidak terdapat papan informasi atau papan nama kegiatan pekerjaan. Sementara di APBDes Tahun 2018 untuk pekerjaan Pengaspalan tidak tertera atau di Alokasikan di dalam APBDes tersebut.

“Pekerjaan di blok karanganyar sudah hampir memasuki satu bulan, namun dalam pelaksanaannya kades tidak memberikan keterangan seperti papan informasi atau papan nama pekerjaan”. Terang sumber (22/12/2018).

Lebih lanjut dikatakannya, “Kades seperti tidak transparan terhadap masyarakat desanya sendiri, karena tidak mencantumkan papan nama pekerjaan tersebut.” Tegasnya.

Terpisah Sulaeman selaku Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Masyarakat Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Indramayu ketika dikonfirmasi sumber (26/12/2018) perihal tersebut malah mengarahkan ke Umar selaku Kepala Seksi yang hingga berita ini di turunkan belum dapat di temui atau di hubungi.

“Silahkan, mas temui atau hubungi saja Bapak Umar selaku wakil saya” ucap Sulaeman

Hal serupa dikatakan mujib inspektur pembantu 2 Inspektorat ketika ditemui (27/12/2018), ia mengarahkan untuk menemui bidang sekretariat.

“Silahkan konfirmasikan ke sekretariat apakah Desa Kedungwungu masuk dalam sampel atau tidak” ujar Mujib melalui telepon selulernya.

 Reporter : EF

Journal News

Leave a comment

Your email address will not be published.