Kurangnya Penataan, Halte di Ujung Barat Aceh Timur Jadi Teumpukan Sampah

Panton Labu – Aceh Utara Kondisi lalu lintas di ujung Timur kabupaten Aceh Utara dan ujung Barat kabupaten Aceh Timur yang masih relatif kacau balau, tidak sepenuhnya disebabkan oleh buruknya mental para pengendara.

Di sisi lain, belum maksimalnya upaya pemerintah dalam mengurai kemacetan dan kesembrautan yang ada, menjadi salah satu faktor kuat kekacauan lalu lintas di dua kabupaten yg berbatasan langsung.

Satu contoh yang terlihat jelas adalah bagaimana Pemerintah di dua  kabupaten sibuk membangun halte-halte yang sejatinya diperuntukkan bagi penumpang yang akan naik atau turun dari angkutan umum.

Niat yang baik namun tidak diikuti dengan upaya cerdas, hasilnya akan nihil. Terbukti, kebanyakan halte yang dibangun justru beralih fungsi menjadi tempat berjualan atau nongkrong anak-anak jalanan.

Sementara angkutan umum, masih saja menaikkan dan menurunkan penumpang sesuka hati mereka.

Halte yang berada di sebelah di ujung Barat Kabupaten Aceh Timur , fungsinya beralih menjadi tempat tumpukan barang bekas, berseliweran menurunkan penumpang tanpa haluan.

Menurut salah seorang Pelajar ,Hamid, mereka kerap kesulitan tiap kali mau masuk sekolah karena terpaksa menunggu di persimpangan jalan yang rawan laka lantas.

“Padahal aku lihat sudah adanya halte di situ, tapi tetap saja angkot-angkot ini berhenti di sini,” kata Hamid, Kamis(15/11).

Diharapkan, ke depan pemerintah lebih dulu melakukan tinjauan lokasi sebelum membangun halte. Sebab jika tidak, hanya pengeluaran dana negara tanpa ada manfaatnya yang akan terjadi.pungkasnya.

Liputan. M.Nur

Journal News

Leave a comment

Your email address will not be published.