Begini Kata M.Nasir atau yang Biasa disapa manok Nek Pasca mengunjungi Jembatan Iintas Aceh Utara – Aceh Timur Di desa Seneubok Doe.

(Foto M.Nasir Sedang Mendengar Masukan dari Masyarakat di jembatan Perbatasan Dengan Kayu Yang Tidak layak Pakai)
ACEH – Sebuah kelalaian yang harus menjadi perhatian kita bersama demi kemudahan Bagi Masyarakat di Lintasan Aceh Utara dan Aceh Timur.
Sedih that hatee takalon Masyarakat untuk Mita Raseki,Menyo hana segera di Realisasi oleh Pemerintah.(Sedih Sekali kita melihat Masyarakat Mencari rezeki,kalau tidak segera di Realisasi oleh Pemerintah ).
Kata-kata ini keluar dari Ketua Forum Geuchik (APDESI) Kecamatan Tanah Jambo Aye.M.Nasir Atau Yang sering Disapa Manok Nek.(red”)
Melihat Keadaan yang dirasakan Warga Desa Seneubok Doe Kecamatan tanah jambo Aye di sudut Perbatasan aceh Timur dan Aceh utara padahal kita melihat wilayah pesisir ini sangat potensi,Setiap hari Masyarakat mengangkut hasil panen tambak,Bukan hanya itu saja dua perbatasan ini Menjadi wilayah yang paling banyak Menghasil kan Hasil Tambak di Aceh Utara dan Aceh Timur.namun Sampai saat ini belum ada titik Terang terhadap Kemajuan yang dirasakan.
(Foto Masyarakat Bersama Ketua APDESI M.Nasir atau yang sering di Sapa Manok Nek)
Senin 12 November 2018 jam 13.30 wib yang sempat Mengomfirmasi Ketua Forum Geuchik Tanah jambo Aye ( APDESI) menyampaikan Rasa prihatin terhadap yang dirasakan Masyarakat.
Kita sangat Mengharapkan Kedepan Pemerintah harus Mendata tempat – tempat  yang menjadi Skala Prioritas untuk Masyarakat,” punkas M.Nasir (Manok Nek)
Liputan: Safrizal
Journal News

Leave a comment

Your email address will not be published.